UBP Bersama APTIKOM dan Huawei

Karawang, 9 Juli 2025 — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Integrating KKNI/SKKNI and Industry Standard to Curriculum” sebagai langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri digital global. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan menghadirkan pakar dari APTIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta industri global PT Huawei. FGD ini bertujuan membekali 20 ketua program studi dari 18 perguruan tinggi di lima provinsi dengan wawasan dan panduan teknis dalam mengintegrasikan KKNI/SKKNI dan standar industri ke dalam kurikulum masing-masing program studi. Peserta mendapatkan materi langsung dari para narasumber profesional yang membahas bagaimana standar industri global dapat diselaraskan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang relevan di tingkat nasional. Pada sesi pembukaan, Rektor UBP Karawang, Prof. Dr. H. Dedi Mulyadi, SE., MM., menekankan pentingnya integrasi standar industri dalam kurikulum pendidikan tinggi. “Integrasi KKNI/SKKNI dan standar industri bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, namun juga adaptif dan inovatif di tengah transformasi dunia kerja yang cepat,” ungkapnya. Senada dengan hal tersebut, Ketua APTIKOM Jawa Barat, Prof. Dr. Adiwijaya, menyoroti pentingnya literasi industri bagi mahasiswa. Menurutnya, “APTIKOM berperan sebagai jembatan antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam mengidentifikasi peluang kolaborasi untuk penguatan kurikulum berbasis kompetensi yang terukur dan relevan. Wasekjen II APTIKOM, Solikin,S.Si.,MT., menyampaikan pemikiran strategis tentang masa depan pendidikan tinggi berbasis kebutuhan industri digital. Perguruan tinggi harus membuka ruang dialog untuk menyinergikan roadmap kurikulum dengan dinamika teknologi global melalui program ICT Academy Huawei. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Jenderal APTIKOM. Ia menyoroti pentingnya kerja sama APTIKOM dengan Huawei dalam menyediakan konten global teknologi yang dapat diadopsi ke dalam pembelajaran, serta pemetaan kesesuaian antara kurikulum industri dan KKNI/SKKNI yang dapat mendukung pencapaian CPMK. Sementara itu, Ir. Rayi Pradono Iswara, M.Sc. dari Huawei ICT Academy menyampaikan tentang kontribusi Huawei dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui penyediaan standar pelatihan industri. “Huawei ICT Academy siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan talenta digital Indonesia yang kompeten dan siap bersaing,” ujarnya. Narasumber terakhir, Taufik Edy Sutanto, M.Sc.Tech., Ph.D. dari UIN Syarif Hidayatullah memberikan panduan teknis tentang integrasi langsung antara SKKNI/KKNI dan kurikulum. Beliau menekankan pentingnya kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan bimbingan teknis agar program studi memiliki acuan penyusunan kurikulum yang konkret dan dapat diimplementasikan. Sesi diskusi yang berlangsung interaktif memperlihatkan antusiasme peserta dalam membahas pengembangan kurikulum berbasis industri, terutama terkait penyesuaian capaian kompetensi, penilaian berbasis performa, dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja. FGD ini ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan besar agar kolaborasi serupa dapat terus dilanjutkan. Rangkaian FGD akan berlanjut di Universitas Dhyana Pura Bali dan Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang sebagai bagian dari inisiatif nasional APTIKOM dan Huawei dalam reformasi kurikulum berbasis industri. Untuk institusi yang tertarik mengikuti implementasi kerja sama serupa, dapat mengisi form melalui tautan berikut: https://forms.gle/3bbCeq3DLPSdiS8N7

Add a Comment

Your email address will not be published.

All Categories

Recent Posts

Quick insurance proccess

Talk to an expert